Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Don't just copy and paste

Don't just copy and paste: 4 things to put on LinkedIn but not your resume You worked hard perfecting your resume — and you’re feeling really good about it. So naturally, the next step would be to hop online, copy-paste all that excellent content into your  LinkedIn , call it your “ LinkedIn resume ,” and share it with the world? Nope. Not even a little bit. Your page may offer the same categories as a resume; but if your profile reads the exact same, consider this an intervention for how to use the platform to your benefit. Fun fact: The site is a full-bodied personal branding vehicle with its own set of rules . This is your chance to tell your career story in an interesting way, and I don’t want you missing out on it. So, here are four key differences that you should understand before you even think about touching copy-paste. 1. It should tell a bigger story Details. Context. Vivid pictures.  Your  LinkedIn profile  is a place for all that additional color y...

Sharing Economic

Oleh Rhenald Kasali  (@Rhenald_Kasali) Karena sharing, maka menjadi murah. Selamat datang anak-anak muda pembaharu! Mereka memang berbeda dengan orang-orang tua yang dibesarkan dalam peradapan “memiliki.” Orang-orang tua tahunya berbisnis itu harus membeli dan menguasai. Jadinya semua mahal. Mobil harus beli sendiri, tanah, gedung, pabrik, bahan baku, semua disatukan dengan nama pemilik yang jelas. Akibatnya modal jadi besar. Mau buka mal urusannya banyak. Sedangkan generasi milenials cukup pergi ke dunia maya. Serahkan pada pada robot (digital technology), lalu berkumpullah para pemilik barang untuk membuka lapak di sana dan berbagi hasil. Sama juga dengan membuka usaha transportasi. Yang mahal hanya ide, lalu buat aplikasinya. Siapapun yang punya kendaraan bisa bergabung, dan malam harinya kendaraan tersebut diparkir di rumah masing-masing. Tak perlu jasa keamanan atau pol taksi. Akibatnya wajar, kalau sebagian generasi tua gagal paham menyaksikan ulah...

Dari Facebook Prof. Jony Hermana, Rektor ITS

Saat berjalan kembali ke kantor usai shalat magrib berjamaah di Mesjid Manarul Ilmi ITS, saya dikejar oleh 2 orang mahasiswa yang dengan tergopoh-gopoh menyapa saya: "Assalamualaikum Bapak.." "Waalaikumsalam W.W....ya Mas?" Saya menjawab sambil berhenti melangkah dan membalikkan badan. "Maaf Pak, saya tidak tahu mau bertanya apa. Tapi saya selalu mengamati Bapak shalat berjamaah di mesjid padahal Bapak pasti sangatlah sibuk dengan berbagai urusan. Mengapa Bapak masih bisa menyempatkan diri shalat di mesjid? Nasihatilah kami Bapak..." , ujar salah satunya dengan sedikit salah tingkah. Sementara mahasiswa satunya hanya diam sambil tersenyum mengikuti di belakangnya.Saya pandangi mereka beberapa saat, lalu menjawab, "Boleh ikut saya ke kantor saya sebentar? Kita ngobrol sejenak..." Mereka lalu mengikuti saya dengan semangat menuju ruang kantor tempat saya sehari-hari bekerja. "Satu kalimat saja Pak pesannya, itu sudah cukup buat kami..s...

Strategi Bisnis di balik kisah nabi Nuh 'alayhissalam

CEO Words Kamis, 25 Februari 2016 Terkisah Nabi Nuh 'Alaihissalam, yang diuji dengan ummat yang sukar diajak tuk beriman. Terkabar ilahi akan hadirnya banjir bandang. Nabi Nuh AS kemudian membangun kapal diatas gunung nan tinggi. Semua orang mengejek, mencela, bahkan menganggap gila. Tak hanya ummatnya, anaknya pun tak sanggup ia Selamatkan. Banjir besar pun datang. Menyapu peradaban. Kecuali mereka yang beriman. Yang memilih menaiki bahtera harapan. Itulah sejengkal kisah peradaban. Dihadirkan agar diambil pelajaran. ***** Kali ini Saya tidak pada posisi membahas kisah Nabi Nuh sebagai seorang ulama. Karena memang Saya tidak pakar dalam hal tersebut. Namun ijinkan hamba nan bodoh ini mengambil ibroh bisnis dari kisah Nabi Nuh. Kisah Nabi Nuh dan Kapalnya mengusik fikiran Saya semalaman suntuk. Bagaimana kisah Nabi Nuh ini berkesuaian dengan apa yang terjadi dalam dunia bisnis sekarang : disruption atau penggilasan. ***** Di tahun 1990an, santer terdengar isu tentang perkem...

Berubah atau terbakar

Oleh: Rudi Sahputra, S.Si., Ketua TDA club Properti Depok Hari ini salah satu bank terbesar di Belanda mem PHK 550 orang Tellernya,ini terjadi karena meningkatnya transaksi  online,bahkan Teller rencananya digantikan dengan robot, kemudian dihari yang sama Pengemudi  angkutan umum mengadakan demo besar-besaran di depan Balai Kota Pemrpov DKI,dengan alasan terjadinya persaingan yang  tidak sehat antara Angkutan resmi dan Angkutan via online,dengan dasar aplikasi online semua orang bisa mengangkut penumpang,tanpa mengajukan ijin resmi kepada Dishub. Ternyata pemesanan angkutan via online membuat tidak nyaman penghasilan angkutan resmi. Pusat Grosir Terbesar di Indonesia, Tenabang, saat ini sudah mulai sepi,kios-kios yang harga sewanya pertahun hingga ratusan juta sudah tidak seramai dulu,pengunjung malas berkunjung karena penuh sesak,tempat terlalu luas,alasan paling utama karena bisa beli via online,tinggal buka web,pilih langsung klik dan pesan via online ngga perlu rep...

Your Strength can kill you...

Seorang teman saya, sebut saja namanya Bintang, mengontak saya minggu yang lalu. Bintang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan baru saja menyelesaikan kontraknya di luar negeri. Biasanya dia selalu mengambil 2 tahun kontrak kerja. Seringkali di akhir masa kerjanya Bintang punya 2-3 alternatives, memperpanjang kontraknya atau menandatangani kontrak baru di tempat lain. Masalahnya kali ini dunia oil and gaz sedang dilanda krisis. Jadi kontraknya tidak diperpanjang. Dan pulanglah dia ke tanah air. Ternyata industry oil and gaz juga mengalami situasi yang sama di sini. Mereka juga sedang sangat fokus pada efiensi dan mungkin harus mempertimbangkan untuk merumahkan karyawan karyawan mereka. Jadi Bintang pun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru. Padahal a career in oil and gaz is all his life. Dia tidak pernah mempertimbangkan untuk bekerja di industry lain atau bahkan dia juga tidak pernah belajar apapun selain di industry itu. Jadi sekarang Bintang makin kesulitan mendapatkan...