Cara Towil menjual konten lokal
Merdeka.com - Akhir pekan lalu saya ke Yogya menemui arsitek Eko Prawoto yang dikenal dekat dengan almarhum Romo Mangun. Dalam perbincangan, tiba-tiba menyerempet nama seseorang: Muntowil. Dia adalah pemuda yang berhasil "menjual" wajah desanya tanpa mengambil atau merugikan secuilpun. Tidak mengeruk emas, batubara, atau bahkan pasir juga tidak. Dia tiba-tiba menjadi magnet buat saya untuk harus mengenalnya. Dialah Muntowil yang akrab dipanggil Towil. Berusia 40-an tahun lebih, hanya lulusan SMA, tinggal di desa Sentolo, Kulonprogo, DI Yogya -sekitar 20 km dari kota Yogya arah ke barat. Lelaki gondrong ini punya hobi yang akut: bersepeda alias ngonthel alias gowes. Sehari-hari, hidupnya gowes-gowes sepeda kuno. Pendek kata, bangun tidur langsung pegang sepeda dan sebelum tidur pegang sepeda. Saat ini, sebanyak 60 sepeda dari berbagi merk kuno buatan Eropa, China, dan lokal dia miliki antara lain Phoenix, Humber, Gazele, dan lain-lain. Apa yang istimewa dari Towi...