Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Masalah?

Dua pendekatan dalam melihat suatu masalah Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah). Pendekatan Reactive Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya: Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya. Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri. Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress. Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkal...

Tiga Gaya Pengambilan Keputusan

Kepemimpinan dalam pengambilan keputusan Jika Anda seorang leader yang aktif berkomunikasi, tentunya Anda sering mengambil keputusan dari mulai hal-hal yang sederhana sampai pada yang berdampak terhadap banyak kepentingan. Tergantung dari situasi yang Anda hadapi, ada tiga gaya pengambilan keputusan. Tiap gaya mempunyai karakter tersendiri yang ditentukan oleh keadaan dan keterlibatan orang-orang didalamnya. Yang pertama, memutuskan sendiri . Dalam hal ini Anda, sebagai leader, mengambil keputusan sendiri dan kemudian mengkomunikasikan keputusan Anda pada orang-orang di tim Anda. Gaya ini efektif saat Anda mempunyai informasi cukup dan pengetahuan yang diperlukan. Keputusan Anda akan diterima baik oleh tim karena waktunya pun terbatas. Kedua, konsultatif . Menggunakan pendekatan ini, Anda berkonsultasi dengan anggota tim yang lain dalam mengumpulkan informasi untuk mendapatkan kepastian. Konsultasi ini bisa dilakukan dalam suasana pertemuan one-on-one atau da...

Menimbang Risiko dalam Bisnis

Pengusaha kawakan Bob Sadino pernah memberikan kiat sederhana bagi seorang pemula yang ingin memulai bisnis. Ternyata kuncinya sangat simple, namun pelaksanaanya tak mudah. Menurut Bob banyak orang akhirnya tak memulai-mulai usaha walaupun sudah memiliki modal uang. Menurutnya setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas, dan takut menghadapi risiko bisnis. Terkait dengan risiko, menurutnya bisnis hanya bisa dijalankan bila ada keberanian menerima risiko. Intinya yang paling penting, hilangkan rasa takut, jangan takut. Seseorang tidak mungkin memulai bisnis bila dia tidak memiliki kemauan yang kuat, tekad, berani mengambil peluang, tahan banting, dan tidak lupa untuk bersyukur dan ikhlas. Terkait hal tadi, berikut ini ulasan singkat mengenai menakar risiko bagi pemula untuk memulai bisnis. Kali ini motivator marketing ternama Tung Dasem Waringin mencoba memberikan poin-poin penting bagi an...

Disharmoni

Gambar
Penempatan Teks Keagamaan dengan Tidak Tepat Jika kita mencermati teks-teks keagamaan, kita akan dapati bahwa banyak hal yang diatur dari dua perspektif yang berbeda. Hal ini untuk menciptakan harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan, yang ini merupakan salah satu keindahan ajaran Islam. Teks-teks keagamaan itu seharusnya diletakkan pada posnya yang sesuai. Namun, sering kali yang terjadi justru kebalikannya. Teks yang menganjurkan sedekah yang ditujukan untuk orang kaya, misalnya, malah digunakan oleh orang miskin, untuk ‘memaksa’ agar diberi. Sebaliknya, teks yang mengecam perbuatan minta-minta yang ditujukan bagi orang yang memiliki kekurangan finansial, malah digunakan oleh orang kaya untuk menjustifikasi sikap pelitnya. Teks yang ditujukan kepada rakyat untuk bersabar dan tetap taat meskipun penguasa bersikap zalim, malah digunakan oleh penguasa zalim untuk terus melakukan penindasan. Sementara, teks kecaman terhadap pengua...

Mengatasi Rasa Malas

Tiga Tips untuk Menghindari Kemalasan Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll. Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor. Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk ...

Secangkir Coklat Panas

Gambar
Sekelompok alumni melakukan reuni, dan kemudian memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor favorit mereka yang sudah pensiun. Saat berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka. Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya. Ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan berbagai macam cangkir: porselen, gelas, kristal, dan lain-lain; sebagiannya bagus dan berharga mahal, akan tetapi sebagian lagi bentuknya biasa saja harganya murah. Ia mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, profesor yang bijak berkata, “Perhatikan, semua cangkir yang bagus dan mahal telah diambil. Yang tersisa, hanyalah cangkir yang biasa dan murah. Memang, adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik. Namun, itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian.” “Cangkir tidak menambahkan ku...

Dibalik Kelemahan Tersimpan Kekuatan

Memetakan kekuatan dari perilaku kita sehari-hari "Kelemahan sesungguhnya adalah kekuatan yang muncul di waktu dan tempat yang salah." Dalam satu kesempatan coaching dengan seorang klien, saya mempelajari bahwa yang namanya kekuatan bisa terlihat dari kelemahan yang kita tampilkan. Saya tertegun mendengar cerita bagaimana dia bereaksi ketika hubungan cintanya diputus sepihak oleh si pacar. Klien saya ini seorang laki-laki yang berpendirian tegas, gigih, dan mandiri. Dia bercerita dulu pernah sekolah di Australia. Baru saja sebulan dia menetap disana, tiba-tiba dia mendapat email dari pacarnya yang tinggal di Jakarta. Bunyinya singkat saja, "Aku gak bisa hubungan jarak jauh. Lebih baik kita putus saja!" Kontan saja email ini membuat klien saya kaget bukan main. Besoknya dia langsung pesan tiket pesawat ke Jakarta, padahal kuliah baru saja berjalan. Misinya hanya satu: ingin mendapat penjelasan kenapa ia diputus. Begitu tiba di Jakarta ia langsung...

Awasi Kata-Kata Anda

Pentingnya Kata-Kata dalam Transformasi Diri Kalau Anda pernah baca buku the Secret disitu diterangkan pentingnya berpikir positif dalam proses manifestasi apa saja yang Anda ingin peroleh. Pikiran menentukan apa yang Anda ucapkan atau tindakan yang Anda lakukan. Secara alamial proses berpikir ini terjadi sangat cepat dan terus-menerus sehingga seringkali ucapan atau tindakan kita keluar begitu saja tanpa kontrol. Akibatnya seringkali bukannya sukses yang didapat tapi justru kegagalan yang terjadi. Di artikel ini saya ingin mengingatkan pentingnya memperhatikan kata-kata yang kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Dalam proses transformasi diri Anda bisa mengubah persepsi atau emosi Anda terhadap suatu kejadian dengan menggunakan kata-kata yang berbeda. Kata Bermakna Ganda Kata yang sangat populer digunakan orang tapi sebetulnya merugikan secara mental adalah kata ”mencoba”. Kata ”mencoba” memberikan kesan seolah-olah sesuatu akan terjadi tapi sebetulnya tidak...

Utang yang Membuat Kaya

Mengubah Utang Menjadi Kekayaan Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian.  Suatu ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur.  Ceramahnya tentang  seorang pengusaha di Bandung.  Suatu ketika, sang pengusaha ditimpa bencana.  Ia pun down dan frustasi.  Bisnisnya hampir-hampir hancur.  Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid.  Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola  pikir baru.  Ia benar-benar tercerahkan. Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat.  Untuknya dulu, shalat adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja.  Sekarang berubah menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”. Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya meningkat lagi.  Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru tersebut.  Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula. Itulah isi ringkas dari ceramah Pak H...

Ikan Segar

Masalah Akan selalu ada dalam kehidupan Kita semua tahu bahwa orang-orang Jepang sangat menggemari ikan segar. Pasti anda pernah mengenal yang dinamakan sashimi….wow…salah satu makanan yang sangat saya gemari….:-) Kegemaran orang Jepang untuk memakan ikan segar merupakan tradisi yang telah turun temurun. Karena itu tentu saja kebutuhan akan ikan segar di Jepang  sangatlah besar. Tapi seperti sering terjadi dalam dalam kehidupan, polaritas “muncul” untuk memberikan makna dalam kehidupan. Apa yang kita senangi, susah didapat, apa yang kurang digemari selalu ada dekat dengan kita. Walau negara mereka dikelilingi oleh lautan, nelayan Jepang sangat sulit untuk dapat menangkap ikan segar didaerah yang  dekat dengan pantai mereka. Ini karena kapasitas ikan yang ada diperairan sekitar Jepang sangat sedikit dan tidak dapat menutupi konsumsi ikan segar orang Jepang. Untuk mendapatkan ikan segar, perusahaan ikan dan nelayan Jepang terpaksa membuat kapal yang semak...

Adam Khoo

Mengubah Mitos jadi Kenyataan Saya berkenalan dengan Adam Khoo via Pak Tung Desem Waringin.  Persisnya lewat buku Pak Tung: “Financial Revolution.“  Di buku hebat itu, Pak Tung memberi contoh kesuksesan Adam Khoo.  Saya kemudian sangat beruntung bisa membeli buku Adam Khoo sendiri : ”Master Your Mind, Design Your Destiny” Adam Khoo, orang Singapura.  Waktu anak-anak, ia adalah penggemar berat games dan TV.  Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV.  Baik main PS atau nonton TV. Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh.  Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah.  Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura.  Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.  Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Di awal SMP, kebiasaan Adam tidak berubah.  Akibatnya, ia mendapat peringkat 10 terburuk.  Bayangkan saudara, menjadi peringkat 10 terburuk di SMP terburuk.  Bagaimana burukn...