Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

4 Kesalahan Pengelolaan Uang

Tak semua orang bisa mengelola uang dengan baik. Banyak di antara kita yang tak punya tabungan, tak punya dana darurat, dan tenggelam dalam tumpukan utang. Kami bertanya pada pengusaha dan blogger finansial Fitz Villafuerte: apa kesalahan utama kita, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya? 1. Kita memprioritaskan pengeluaran daripada simpanan sehingga tidak menyisakan apapun. "Setiap mereka mendapatkan gaji mereka, mereka biasanya membelanjakan terlebih dahulu, dan kalau ada sisanya, itulah yang akan mereka tabung," kata Fitz Villafuerte. "Pada umumnya, tidak ada yang tersisa pada akhir bulan." Solusi: Balik prosesnya. Pertama pisahkan sebagian dari gaji Anda untuk menabung, kemudian silakan habiskan sisanya. Villafuerte juga merekomendasikan untuk minta HRD perusahaan Anda untuk membantu: "Kamu bisa mendebet tabungan Anda secara otomatis. Minta HRD Anda untuk mengirimkan sebagian dari gaji Anda ke rekening lain di bank penggajian (payr...

Tindakan Berisiko untuk Keuangan Anda

Gambar
Menabung memang kebiasaan baik yang harus dilakukan semua orang. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa jika tujuan Anda jangka panjang, menabung justru adalah tindakan yang berbahaya. Anda tidak percaya? Simak ilustrasi di bawah ini! Sumber: Courtesy of QM Research* Andien, single, berusia 30 tahun, menghabiskan Rp2 juta per bulan untuk biaya hidupnya. Setiap bulan, Andien sanggup menyisihkan Rp1 juta untuk dana pensiunnya nanti. Andien sadar, dengan pekerjaannya sekarang, dia tak akan mendapatkan jumlah dana pensiun yang mencukupi dari kantornya. Untuk itu, Andien mulai rutin menabung agar ia tetap dapat menikmati gaya hidup yang sama seperti sekarang meskipun saat pensiun nanti dia tak lagi bekerja dan digaji seperti sekarang. Jika Andien akan pensiun di usia 55 tahun, maka saat itu diperkirakan dia akan memiliki tabungan sebesar Rp446 juta. Padahal, saat pensiun biaya hidupnya tidak lagi sama dengan biaya hidup ketika masih berusia 30 tahun. Mengapa? Infla...

Kesuksesan...

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur akan berakhir .. Tapi.. Jika sebuah telur di pecahkan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir ..... ini artinya kesuksesan dan kebahagiaan itu dimulai dari dalam diri sendiri, baru selanjutnya termanifestasi pada dunia nyata.. dan pada akhirnya kita sendirilah yang harus : - membalik tempurung sehingga katak bisa meloncat keluar.... - merobek kepompong sehingga kupu-kupu bisa terbang tinggi... - memecah cangkang telur sehingga anak ayam bisa makan biji-bijian.. kesuksesan dan kebahagiaan itu dimulai dari dalam diri sendiri, baru selanjutnya termanifestasi pada dunia nyata.. Oleh : Cucun Wahyudi (Posting FB)

Komunikasi Asertif

Kelebihan Komunikasi Asertif: 4 Manfaat Perilaku Asertif Komunikasi asertif adalah kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif tanpa terlalu banyak terganggu dengan apa yang orang lain mungkin pikirkan atau katakan. Perilaku asertif tidak sama dengan dengan perilaku agresif. Orang asertif berani menyuarakan sesuatu yang menjadi pendapatnya dengan tetap menghargai orang lain. Komunikasi asertif juga akan menuntun seseorang untuk memutuskan antara mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk situasi tertentu. Sebaliknya, orang yang kurang asertif cenderung selalu berkata ‘ya’ meskipun sebenarnya dia tidak berada dalam mood untuk melakukan hal tersebut. Tidak bisa mengatakan apa yang idealnya ingin dikatakan dapat menyebabkan perilaku agresif pasif dan konflik internal serta masalah mental. Manfaat Menjadi Asertif Berikut adalah beberapa kelebihan seseorang bersikap asertif. Bebas dari konflik internal Bayangkan situasi berikut, Anda sedang mengalami sak...

Kuat Dihadapan Orang Lain

Agar Anda Berwibawa  Hatinya terperi.   Sakit sekali.   Ia merasa telah bekerja keras.   Terbukti dari hasil kerjanya.   Dari sekian sales person di perusahaannya, ia memperoleh penjualan dengan omset tertinggi.   Tapi, ia malah dimarahi atasannya.   Habis-habisan.   Di depan umum pula. Hatinya sakit sekali.   Tak kuasa ia menahan linangan air matanya.   Meleleh.   Menganak sungai. Padahal kesalahannya kecil saja.   Hanya laporan yang terlambat.   Itu pun karena ia terlalu lelah mengejar konsumen.   Bukan karena ada kegiatan pribadi.   Sakit hatinya makin membesar ketika ia melihat sang atasan justru tenang-tenang saja pada kesalahan yang dilakukan rekan-rekannya.   Ditegur iya.   Tapi dimarahi?   Nggak ada sama sekali.   Eu….h.   Sakit sekali. Pernah mengalami kejadian seperti itu?   Bila anda tak berprestasi, dimarahi sudah pantas.   Tapi ini berpresta...