Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Jangan Beri Toleransi pada 10 Hal Ini!

KOMPAS.com - Untuk mencapai kebahagiaan, hidup lebih produktif dan lebih sehat, ada beberapa perubahan yang perlu Anda lakukan. Paula Davis-Laack, JD, MAPP, terapis stres menyarankan untuk berhenti memberikan toleransi pada 10 hal berikut ini. 1. Hidup tak sehat. Tak ada lagi kata toleransi untuk gaya hidup tak sehat. Dengan semakin banyaknya kasus kelebihan berat badan bahkan obesitas, sudah waktunya Anda hidup lebih sehat. Mulailah dengan membuat perubahan kecil dalam keseharian. Lalu berusahalah konsisten. Dari hal kecil Anda bisa mencapai hasil besar ke depannya. 2. Tak ada aksi. Kebanyakan orang merasa mandek dengan berbagai hal dalam hidupnya lantaran tak bisa mengatasi rasa takut, rasa bersalah, juga tidak tahu cara mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan besar, mulailah dengan langkah kecil. Meski tujuan yang Anda ingin capai terasa begitu besar dan seakan sulit dicapai, tetaplah berusaha mencapainya per...

PEMIMPIN: Jadilah Manager, Bukan Bos!

Banyak orang membayangkan betapa enaknya menjadi seorang bos. Ia duduk di posisi yang tinggi, memerintah orang untuk melakukan ini dan itu. Dilayani dan minta semua perkataannya dituruti. Itulah mental dan perilaku seorang bos. Banyak orang melakukannya di rumah, terutama terhadap pembantu-pembantunya. Suatu kali anak saya bercerita bahwa dia baru saja melihat seorang temannya yang dipanggil “Tuan Kecil” menyepak pembantunya saat pembantunya itu terlambat membawakan baju gantinya. Kata teman anakku itu dia sudah kedinginan lalu menendang pembantunya itu! Nah, apakah sikap dan men tal boss seperti itu masih relevant dalam organisasi atau perusahaan? Organisasi atau perusahaan tidaklah sama dengan rumah Anda. Perilaku “nge-boss-I” sudah tidak relevant untuk diterapkan dalam organisasi. Jangankan di kantor, di rumah pun tidak semestinya, kita memperlakukan pembantu kita sebagai pesuruh. Nah, bagaimana kita dapat membedakan mental dan perilaku seorang MANAGER dan seoran...

Menghadapi Persaingan ? Coba Bertarunglah Sebagai Buaya, Kata Founder Tokopedia

Editor’s note  : Dalam acara  Founder Institute Pitch Bootcamp ,  William Tanuwijaya , co founder  Tokopedia  membagi pengalamannya menghadapi kompetisi ketat startup marketplace di Indonesia. William akan menjadi mentor di Founder Institute Jakarta batch 3. Pendaftaran bisa dilakukan di  Fi.co/join . Artikel lainnya tentang perjalanan dan strategi William membangun Tokopedia bisa dibaca di  sini . Dalam beberapa kesempatan saya bertemu dengan berbagai perusahaan besar maupun lembaga pemerintahan, saya juga sering mendapatkan pertanyaan apakah mampu pemuda-pemudi Indonesia membuat karya lokal yang sanggup bersaing dari sisi kualitas dengan produk-produk luar negeri? Kadang sedih rasanya ketika kita sendiri meremehkan kemungkinan bahwa kita mampu bersaing, dan mampu menjadi produsen, bukan hanya sebagai pasar. Dalam perjalanan saya membangun Tokopedia dari nol sejak 2009, Tokopedia menghadapi banyak persaingan yang dalam beberapa k...

Pilihlah Co-Founder yang Tidak Sucks

Find a co founder that truly rocks at something.  Anything. Knowing each other for a long time tends to be a good recipe for cofounders. Two old friends and the smartest person they knew – Jessica Livingston The biggest thing we all knew was that cofounders tend to do better than single founders – Ron Conway Memilih seorang co-founder adalah keputusan paling penting yang Anda ambil. Hal ini jauh lebih penting dari produk, pasar, dan investor-investor Anda. Di dunia internet startup, co founder merupakan faktor penentu yang sangat penting, sama halnya dengan “location, location, location” di dunia bisnis ritel. Salah satu pitch terburuk yang saya lihat dalam hidup saya adalah sebagai berikut, saya tidak ingat persisnya tetapi kurang lebih seperti ini : “Kami ingin membuat startup, seperti TechinAsia (blog teknologi) “Kalian pernah dengar Dailysocial atau Teknojurnal ? “Tidak tahu “Berapa orang founder di tim kalian ? “Lima! “Dari lima orang i...

Cara Mencari Modal Usaha : Startup Founders, Berhati-hatilah Dengan Dumb Money

Editor’s note :  Pagi ini saya ada di Event IMJ Fenox , Venture Capital patungan Jepang dan Silicon Valley yang baru saja melakukan investment di Indonesia kepada Urbanindo.com yang didirikan oleh Arip Tirta . Dalam event ini saya melakukan livetweet di mana salah satu tweetnya adalah kalimat yang disampaikan oleh Anis Uzzaman, Founder dan Director IMJ Fenox “I want money + advice = smart advice. Kalau hanya money = dumb money. Founder don’t want dumb money”.   Beberapa detik setelah tweet ini saya mendapatkan pesan BBM dari  rekan founder yang pernah learnt the hard way menerima dumb money dan bersedia memberikan sharing pengalamannya di artikel ini. Rekan saya ini minta namanya dirahasiakan, tetapi saya bisa jamin bahwa ia adalah founder yang bagus dan valid, bukan kisah fiksi, kami di Startupbisnis.com tidak pernah membuat artikel fiksi. Apa itu dumb money ? dumb money adalah ketika kamu pertama kali raise funding dari pihak luar di luar tim inti, nam...

Uniknya Anak- anak: Sugesti Positif Bisa Membedakan Hasil

Gambar
Ini tentang kekuatan pikiran Tentang bagaimana sugesti positif pada diri sendiri yang diikuti oleh ‘can do attitude’ bisa menghasilkan output cemerlang.   Kali ini tentang anak sulungku. Bicara dengan para remaja memang susah- susah gampang. Sudahlah sering mereka menggunakan kosa kata yang tak kita pahami, adakalanya tata bahasa atau bahkan isi kalimatnya membuat kita gagal paham atau nyaris pingsan karena terkejut. Si sulung ini, perempuan di usia tujuh belasnya, duduk si semester dua fakultas teknik. Dia feminin, pandai menari dan main musik, dan gerak geriknya halus. Tapi suatu hari dia tanpa prolog apapun bisa tiba- tiba bicara begini padaku, ” Ibu, nanti boleh kan berenang di tempat yang banyak hiu-nya? “ Hah?! Maksudnyaaaaa??? ” Iya. Aku ingin nyoba berenang pas ada hiu- hiu berenang dekat-dekat, gitu.. “ Kalimat yang selain membuatku tercengang juga meminta waktu beberapa hari untuk berpikir apakah akan mengijinkan atau tidak dan sampai last minute-pun tetap tak berh...

4 Kesalahan Pebisnis Pemula

 Sekitar 80 persen usaha baru gagal dalam tiga tahun pertama. Terlalu banyak pengusaha pemula membuat kesalahan besar dalam proses bisnis. Kondisi ini menyebabkan 80 persen usaha baru gagal dalam tiga tahun pertama. Dikutip dari Huffington Post, Selasa 11 Juni 2013, Kathleen Rich, penulis buku Plan B: The Real Guide to Creating Your Business, mencatat ada empat kesalahan umum yang dibuat oleh pengusaha pemula ketika meluncurkan sebuah bisnis. Berikut empat kesalahan tersebut: 1. Tidak memiliki visi besar Visi Anda untuk usaha akan membakar semangat berwirausaha. Visi ini akan membantu Anda untuk mengatasi berbagai halangan yang akan merintangi. Tidak mempunyai visi akan membuat Anda menyerah sebelum mencapai keberhasilan. 2. Berasumsi mendapatkan kredit dari bank Banyak bank enggan untuk memberikan modal untuk usaha yang baru dimulai, karena tingkat keberhasilan dalam memulai usaha sangat rendah. Bank terbatas memberikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang telah mapan. Sat...

Silent Leadership

Seorang pemimpin punya potensi untuk berkomunikasi lebih efektif dengan komunikasi non-verbal dibanding komunikasi verbal, demikian yang dikatakan John Baldoni. Dalam tulisan di blog-nya, hbr.org, ia pun menambahkan, “yang penting ketenangan dan keyakinan”. Baldoni menekankan bahwa pemimpin dapat menyampaikan maksudnya melalui isyarat non-verbal. Namun, ia menyesalkan bahwa seringnya isyarat non-verbal disalahgunakan untuk menampilkan gangguan, keacuhan atau bahkan ketidak-sukaan. Dia memperingatkan: "Bagi mereka yang memegang suatu tanggung jawab, terutama di posisi yang sangat senior, harus ekstra hati-hati tidak hanya dalam kata-kata tapi juga dalam bahasa tubuh mereka". Berangkat dari hal itu, Baldoni menawarkan beberapa tips tentang silent leadership 1. Rekomendasi pertamanya adalah hanya sekedar mengendurkan otot-otot wajah . Ia pun bercerita: "Saya pernah bekerja dengan seorang engineer berbakat yang memiliki afinitas yang nyata untuk mengajar orang lain. Tapi kar...

New Target with New Way

Untuk mencapai sasaran/tujuan yang belum pernah dicapai sebelumnya, maka harus mulai melakukan hal hal atau cara cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. *Teh celup kering "teh cap botol", tahun 1940an cukup berjaya dgn produk mereka. Ingin agar cita rasa teh mereka tetap bertahan di konsumen dan meningkatkan penjualan. Maka dirubahlah cara penyajian menjadi siap saji, tanpa perlu meracik, penyajian dalam BOTOL  Sumber: Posting teman FB.. Pak Zulferry

Bisnis itu Butuh Modal

Untuk memulai bisnis dibutuhkan Modal awal untuk starter engine agar mulai berjalan. Jika hanya idea yang melahirkan keinginan membuat produk, baik barang atau jasa, orang lainpun mungkin memiliki. Modal bukan hanya berarti sejumlah uang yang dimiliki, namun juga Niat yang kuat, Perencanaan yang sistematis dan terukur (business plan), dan ini modal yang paling utama: MENTAL dan MINDSET sebagai seorang pengusaha. Sumber: Posting teman di FB,.. Pak Zulfery