Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

What and How !!

Andy Grove, CEO Intel dan Co Founder Intel, pada suatu ketika menghadapi kondisi dimana pasar Processor Intel khususnya di kelas low end, sedang di ambil alih dengan signifikan oleh AMD dan Cyrix, yang agresif dengan processor kelas bawah mereka. Dalam suatu pertemuan membahas hal tsb untuk mempersipakan Celeron Processor sebagai tandingan,- yg juga dihadiri konsultan perusahaan, Clayton Christensen (Harvard Business School). Grove bertanya "Bagaimana saya harus merespon kondisi ini?" pada Christensen. "Anda harus mendirikan satuan bisnis mandiri dan terpisah, dengan struktur biaya berbeda dan team penjualan tersendiri" christensen memberi saran dgn yakin Grove terlihat tdk senang dgn saran tsb, "Anda benar-benar seorang akademisi yang naif, saya bertanya bagaimana saya melakukannya, anda malah memberitahu apa yang saya harus lakukan", Grove mengumpat dan berkata " saya tahu apa yang harus saya lakukan tapi saya tidak tahu bagaimana...

Cara Menghitung Return on Investment Properti

RumahCom – Return on Investment (RoI) adalah ukuran yang paling populer digunakan untuk menentukan nilai atau keuntungan dari investasi properti . RoI merupakan persentase dari total laba—yang didapat dari capital gain dan income dari sewa—dikurangi total investasi dan dibagi total investasi. RoI = (total laba – total investasi) / total investasi x 100% Sebagai contoh, seorang investor membeli apartemen seharga Rp330 juta. Dua tahun kemudian harganya menjadi Rp400 juta. Kebetulan unit apartemen tersebut disewa dengan harga Rp3 juta per bulan (Rp36 juta per tahun) dan dibayar sekaligus di muka selama dua tahun, sehingga selama dua tahun, dia memperoleh uang sewa Rp72 juta. Jadi, dalam dua tahun penghasilan yang didapat adalah: penghasilan dua tahun : Rp72 juta (sewa selama 2 tahun) capital gain dua tahun : Rp70 juta (Rp400 juta – Rp330 juta) Sehingga, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp142 juta (Rp70 juta + Rp72 juta) Jadi, RoI =  Rp142 juta/Rp330...

Kritik..

memberi kritik itu pada hakekatnya adalah MEMPERBAIKI, bukan menyalahkan. KETULUSAN HATI, KEJUJURAN, pemilihan TIMING yang tepat dan BAHASA yang pas menjadi kunci untuk keberhasilan kritik. sehingga memahami kondisi OBJEK menjadi satu keharusan..... sebelum memberikan kritik. Lantas bagaimana dengan kita...? seberapa sering kita memberikan kritik pada orang-orang di sekeliling kita; pasangan ki ta, anak kita, teman kerja, tetangga, anak buah, dll. seberapa sering kita mendasari kritik kita karena: kedengkian, kemarahan,.. bad mood..., sehingga terkadang yang keluar dari kita adalah.. Umpatan, celaan.. kata-kata kasar.. atau bahasa tubuh yang menyakiti..... Thus..... MARI KITA BERUBAH....!! karena sisa umur kita hidup ini adalah kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik... Oleh : Cucun Wahyudi (Posting FB)