Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

5 Kebiasaan Buruk yang Merugikan

Apakah anda meminum secangkir kopi pada saat yang sama setiap pagi atau duduk di kursi yang sama pada saat rapat? Kebiasaan seperti itu mungkin tidak berbahaya, namun TW Walker, penulis dari Superhero Success ( Breakthrough Media Network , 2012) mengatakan bahwa kebiasaan lain mungkin secara negatif mempengaruhi produktivitas bisnis dan kesuksesan anda. “Kebiasaan terbentuk dari pengulangan dan frekuensi. Masalahnya adalah bahwa kebanyakan orang berulang-ulang melakukan kebiasaan salah yang benar-benar menghalangi keberhasilan mereka”, kata Walker. Berikut adalah 5 kebiasaan buruk yang menjatuhkan bisnis. Gagal dalam mendelegasikan. ”Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi bisnis anda,” kata Walker. Tentu, anda bisa bekerja 80 jam dalam seminggu, tetapi anda mungkin tidak akan mampu menjaga hal tersebut. Berinvestasi pada orang-orang terbaik yang anda mampu, delegasikan tugas-tugas yang sesuai dengan keahlian mereka dan mempercayai mereka untuk melakuka...

Apa yang Tidak Disukai Konsumen?

Gambar
Riset terakhir mengungkap hampir 80 alasan mengapa konsumen tidak menyukai penjual. Berikut adalah 7 alasan teratas. 1. Tidak mau mendengarkan Ini adalah alasan yang paling umum. Terlalu banyak penjual yang menolak mendengar apa yang dikatakan konsumen atau prospek sehingga mereka gagal mendapatkan isu kunci bahwa apa yang dikatakan konsumen adalah hal penting. 2. Berbicara terlalu banyak Mengherankan karena banyak orang sales yang berpendapat bahwa berbicara adalah menjual. Seharusnya prospek atau konsumen yang banyak bicara saat proses sales. Tapi bagi sales,"jika mereka mendominasi pembicaraan, bagaimana saya menjual produk"?. Kuncinya adalah memberi kesempatan konsumen berbicara secukupnya sehingga anda dapat memberikan solusi masalah atau situasi dengan tepat. 3. Kurangnya Pengetahuan Di era yang kaya informasi, tidak ada alasan bagi sales tidak memiliki pengetahuan produk dan jasa yang mereka jual. Jika anda tidak cukup tahu produk yang dijual, anda akan ...

Kenali Produktivitas Anda

Salah satu hal pertama yang saya tanyakan pada pengusaha adalah bagaimana mereka menggunakan waktunya. Dan bagaimana orang-orang mereka menghabiskan waktunya. Seringkali mereka tidak mengetahuinya. Menurut saya, tidak masalah, jika mereka tidak peduli apakah mereka menghasilkan uang atau tidak. Apakah Anda tahu berapa banyak waktu yang digunakan dalam bisnis? Jika Anda tidak menghitung jam, dan hanya sedikit dari kita yang melakukannya, saya yakin Anda tidak akan melakukannya, dan Anda punya beragam alasan mengapa sulit melacaknya, dsb. "Saya banyak melakukan hal yang berbeda, jadi tidak memungkinkan untuk menuliskannya semua." "Saya tidak ingin orang saya menghabiskan hari dengan melacak waktu mereka." Saya mendengar Anda. Tapi saya ajak Anda mencoba tes kecil, dan lihat jika Anda tidak setuju dengan saya, dimana: PRODUKTIVITAS = PROFITABILITY. Dan ketika Anda memiliki usaha jasa, waktu Anda adalah alat produktivitas terbesar. Cobalah tes ini...

Tips Berbisnis Melalui Facebook

Gambar
Oleh: Lely Noormindha Tips berbisnis melalui Facebook Bisnis online melalui Facebook memang makin diminati. Selain praktis dan mudah aplikasinya, bisnis online di Facebook juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang memiliki modal dengan jumlah terbatas. Dengan sistem online , setidaknya Anda akan terbebas dari biaya sewa tempat. Agar bisnis online Anda di Facebook semakin menarik minat konsumen dan mampu bersaing dengan kompetitor sejenis, beberapa hal berikut ini perlu Anda perhatikan. 1. Memperluas jaringan Semakin luas jaringan pertemanan yang Anda miliki, akan semakin luas pula segmentasi konsumen yang bisa Anda bidik untuk memasarkan produk Anda. 2. Memperbarui ( update ) status Anda dituntut rajin memperbarui ( update ) status di Facebook. Yang perlu diperhatikan dalam memperbarui status, upayakan status yang berupa kata-kata tersebut disertai foto atau video produk yang mena...

Menjadi Kepala Semut

Menjadi Kepala Semut atau Ekor Gajah Oleh: Sandiaga Salahudin Uno Apakah mudah menjadi pengusaha? Bagi saya, awal berbisnis adalah survival mode . Betul-betul terpaksa karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada krisis tahun 1998 yang menyebabkan saya kehilangan pekerjaan, sementara saya harus bertahan dan menghidupi keluarga baru saya. Waktu itu ada dua pilihan. Mencari pekerjaan baru atau berbisnis sendiri. Saya putuskan berbisnis sendiri. Enam bulan pertama, boleh dibilang nyaris tanpa order. Klien nol. Hampir putus asa. Sampai terpikir, apakah benar pilihan saya menjadi pengusaha? Jangan-jangan memang mental saya lebih cocok menjadi karyawan. Dalam situasi ini, orang tua menasihati saya agar berani dan pantang menyerah. Harus sabar dan tekun memang. Alhamdulillah, perlu empat tahun agar bisnis ini memasuki fase titik balik ke arah positif. Sering saya ditanya, apa dan bagaimana memulai usaha? Kunci wirausaha adalah entrepreneurship . Ini berkaitan d...

Membuat Google+ Page untuk Bisnis

Oleh Wim Permana, S. Kom* Google akhirnya merilis fitur Google+ Page. Dengan Page, para pengguna jejaring sosial Google bisa membuat halaman profil, termasuk profil bisnisnya, seperti yang dilakukan Facebook dengan Facebook Page. Fungsi Google+ Page sejatinya sama dengan Facebook Page. Dengan Google+ Page, Anda bisa merekrut para pengguna Google+ Page untuk menjadi fans hanya dengan memberikan +1 ke Page Anda. Anda juga bisa menyebarkan informasi kepada fans Anda melalui box update status yang disediakan. Jika s haring di Google+ Page, Anda bisa memilih fans. Hampir semua fitur Google+ seperti Hangouts, Circles, dan +1, juga bisa digunakan para pengguna yang memiliki Page. Berarti, Anda bisa berinteraksi dengan konsumen atau penggemar Anda menggunakan cara-cara yang baru dan mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Saya akan memandu Anda membuat Page di Google+. 1. Si...

Menjadwalkan Pengiriman e-Mail

Gambar
Sebagian tulisan saya di majalah ini biasanya ditujukan untuk para pebisnis. Sebagian lainnya—satudua tulisan—sebenarnya lebih cocok dibaca pegawai. Termasuk tulisan ini. Yakni tentang aplikasi kecil yang bisa membantu seorang karyawan beristirahat saat liburan. Artikel ini saya tujukan bagi para pegawai yang atasannya yang suka memerintah bawahannya untuk mengirimkan e-mail penting di hari libur. Aplikasi yang saya maksud adalah Boomerang for Gmail. Nama yang unik. Anda tidak perlu takut meski ada kata ”boomerang”. Bumerang yang akan saya bahas bukanlah senjata tajam yang digunakan  Aborigin, penduduk asli Australia. Nope. Bukan itu yang saya maksud. Boomerang yang saya maksud adalah ekstensi untuk Google Chrome yang bisa membantu Anda mengirim e-mail secara otomatis tepat pada waktu yang Anda tentukan. Untuk memudahkan proses pencernaan bacaan ini, saya akan menggunakan sebuah cerita sebagai ilustrasi. Kirim e-Mail tanpa Log In ke Gmail Suatu hari, Dh...

Google Trends: Tool Untuk Riset

Gambar
Suatu hari, seorang pria kaya dengan dana 2 miliar di tangan bertanya kepada Anda, "Kalau saya ingin membuka gerai resmi Adidas, Nike, dan Puma di Indonesia, kira-kira di manakah tempat yang paling strategis untuk melakukannya?" Anda lalu menjawab, "sebaiknya di seputaran Jabodetabek saja. Konsumennya pasti banyak." Lantas si pria kaya ini membalas, "Ah bosan. Di sana sudah banyak, saya ingin yang di luar itu. Ada usul?" Cerita super singkat di atas adalah ilustrasi yang sangat bagus untuk memulai artikel saya kali ini. Di rubrik App Jam edisi ini, saya mencoba untuk memperkenalkan sebuah tool gratisan yang keren, mantap, sederhana dan mudah sekali untuk dipakai. Namanya Google Trends. Saya yakin di antara pembaca mungkin ada yang sudah mengenal tool satu ini. Tapi, entah Anda sudah mengenalnya atau belum, yang jelas saya berusaha untuk membahas tool ini dengan tujuan agar Anda bisa menjawab pertanyaan Big Boss di atas, " Di manakah tempat...

Lezatnya Perjuangan

Tujuan dicapai dengan perjalanan. Cita-cita diraih dengan perjuangan. Pelangi diawali oleh tetesan hujan. Akibat lahir dari rahim sebab. Demikianlah ketentuan Allah yang berlakukan di bumi tempat para hamba-Nya berpijak. Banyak orang menilai bahwa kenikmatan itu adanya pada saat tercapainya tujuan, sedangkan usaha dan perjuangan menuju tujuan merupakan fase kesulitan dan kesengsaraan. Namun orang-orang terpilih justru menjadikan kenikmatan pada proses perjuangan, dan tercapainya tujuan hanyalah merupakan kelanjutan dari kenikmatan tersebut. Kenikmatan di atas kenikmatan. It’s not the destination it’s the journey , ini bukan tentang tujuan melainkan perjalanan, demikian slogan Harley Davidson. Dalam sebuah syair hikmah yang dinisbatkan kepada Imam asy-Sy ā fi’ i disebutkan: سَافِرْ تَجِدْ عِوَضاً عَمَّن تُفَارِقه            وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيْذَ الْعَيْشِ فِي النَّصبِ Pergilah niscaya kau akan dapatkan ...

The Right Man in the Right Place…

Kemarin saya menerima forward email yang cukup menarik dari rekan saya. Di samping berbicara tentang signifikansi relationship , isi email tersebut juga bisa dibilang semakin mengukuhkan jargon: the right man in the right place can make all the difference . Berikut adalah isi email tersebut (dengan perubahan seperlunya): Ada tiga kaleng Coca Cola. Ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Sebuah truk kemudian datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng Coca Cola menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian. Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng Coca Cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng Coca Cola lainnya dan diberi harga Rp4.000. Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas agar dingin dan dijual dengan harga Rp7.500. Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang l...

Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid)

Gambar
Berikut ini saya posting sebuah tulisan yang cukup menarik yang saya dapatkan di forum intranet kantor saya, pada tahun 2006. Terlepas dari validitas contoh yang disebutkan, terdapat pelajaran berharga yang dapat diambil dari contoh tersebut. Berikut ini adalah tulisan dimaksud dengan sedikit perubahan: Dalam kehidupan sehari-hari, kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit. Mari kita lihat kasus-kasus di bawah ini: Pertama: Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pe...

Kisah Anak di Lembah Lolipop

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka. Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya. Tanpa terasa Bob...

Kuat Jauh Lebih Penting

Gambar
Subject diatas mungkin sering kita dengar, bahkan dalam konsep yg dibalik, “ukuran tidak begitu penting, yg penting kuat!” Tapi Ternyata dalam bisnis sering kita melakukan hal yg justru terbalik. BIG dibanding STRON G nya, lebih mengejar ukuran yang besar dibanding daya tahan yang kuat, memperlihatkan secara fisik dibanding isi didalamnya. Sering pebisnis jauh lebih terpesona pada pemikiran ukuran yang besar ini dan membiarkan diri merasa bangga dibanding mencoba melihat kedalam seberapa kuat sebenarnya bisnisnya, apakah ukuran yang besar tersebut sebanding dgn kekuatan yang tersimpan didalamnya. Cara pandang inilah salah satu dari 6 kesalahan yang sering “ membunuh pengusaha ” dan yang sering menjebak pengusaha melakukan kesalahan berulang-ulang yang pada akhirnya dia masuk kedalam Klub 96%, yaitu Klub pengusaha Gagal , atau yg bertumbangan ditengah jalan. Kesalahan yang dimaksud adalah SPEED, atau kecepatan dalam tumbuh perusahaan, kecepatan dalam expansi perusahaan, dan ke...

Peluang Hanya Melintas

Gambar
Judul diatas persis saya ucapkan sewaktu bertandang ke NTB dibulan April 2011 disaat berkumpul dan silaturahmi dengan partner bisnis disana yang kebetulan sudah lama tidak dilakukan. Pada saat itu sebagian besar mengeluh sepi dan landai-nya omset dan penghasilan dibisnis mereka dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru yang muncul (kebanyakan berbisnis di IT), dan maraknya perang discount belakangan ini. Malah diatara pemain baru yang masuk tersebut banyak yang merupakan pemain besar yang berasal dari kota besar di Jawa seperti Surabaya dan Jakarta . Para pendatang itu datang dengan segala kekuatan dan kemampuannya, mengambil semua peluang yang ada, dan membuat pengusaha yang sudah lama mengembangkan pasar di NTB makin tertatih tatih. Dari apa yang disampaikan saya menyimpulkan, bahwa ternyata kawan pengusaha ini punya anggapan bahwa dalam berbisnis peluang akan mendatangi mereka, dan saat ini Peluang itu jarang datang nya, yang ada adalah kesulitan demi kesulitan...

Buatlah Umpan Yang Disuka Ikan

Setiap kali akan pergi memancing, entah di tambak atau laut, saya selalu mencari informasi yang cukup tentang berbagai hal seputar medan tempur . Baik lokasi, jenis ikan, serta siapa saja yang memancing disana. Dari informasi yg didapat, saya bisa memutusakan perlengkapan apa yang harus dibawa, terutama umpan apa yang cocok untuk ditawarkan pada ikan yang ada disana. Umpan saya haruslah yang akan paling disuka dibanding umpan lain yg ditawarkan oleh pemancing lain, dan yang pasti umpan tersebut harus sesuai untuk kondisi sekitar pemancingan, entah ombaknya, keasinan airnya, kedalamannya dan lain sebagainya. Banyak pemancing yang sangat handal meracik umpan , tahu resep resep umpan yang bagus, tapi anehnya jika kita lihat ketempat pemancingan, akan sedikit sekali kita melihat pemancing yang betul-betul berhasil menawarkan umpannya untuk disantap oleh ikan. Kenapa ini terjadi? Penyebabnya, karena banyak pemacing yang begitu pintar meracik umpan tapi sanga...