Meluruskan Cara Pandang tentang Uang

Kesadaran paling fundamental tentang uang itu penting. Ketika masalah keuangan datang, misalnya akibat utang, salah investasi, atau merasa tak pernah cukup, pertanyaannya adalah mengapa hal itu bisa terjadi?

Jangan menengok ke lain tempat. Pahami apapun masalah keuangan yang sedang Anda hadapi. Ingat, tidak ada yang bisa disalahkan selain orang yang Anda lihat di cermin setiap hari. Evaluasi diri Anda sendiri.

Memperbaiki cara hidup merupakan langkah yang sangat penting dalam mengubah kondisi keuangan pribadi. Memang tak mudah karena biasanya perubahan dilakukan setelah kita masuk dalam situasi yang sangat sulit atau terbentur. Jika belum terjadi, kelalaian bisa terus dijalankan.

Untuk itu, perubahan menjadi penting. Sebab masalah keuangan yang Anda hadapi saat ini, sebenarnya akibat keputusan yang diambil di masa lalu. Kalau sudah puas, lakukan terus. Jika cilaka atau mendatangkan masalah, tak ada pilihan selain harus berubah.

Bagi saya, masalah keuangan pribadi, 80 persennya terkait sikap (attitude) dan tingkah laku (behavior). Sisanya termasuk soal teknis hitung-hitungan yang bisa ditemui pada banyak tulisan.

Pengalaman masa lalu yang ikut mempengaruhi perilaku kita terhadap uang, di antaranya anjuran menabung karena pangkal kaya. Padahal untuk bisa menabung juga perlu cara. Bahkan, dengan menabung saja uang kita malah tidak berkembang, mengingat tiap tahun kita harus membayar inflasi atau laju kenaikan harga yang lebih tinggi dibanding bunga tabungan.

Karena itu, menjadi penting pemahaman bagaimana menggunakan uang dengan bijak. Misalnya, kapan waktu tepat atau bagaimana cara membelanjakannya. Bagian ini tentu saja sangat penting dalam pengelolaan keuangan yang baik.

Selain itu, mungkin juga dalam kehidupan masa lalu, ada anak perempuan yang selalu melihat ibunya tak pegang uang. Jika ingin meminta, diarahkan kepada ayahnya. Perilaku seperti ini bisa membentuk sikap saat dewasa bahwa perempuan tidak perlu mengerti mengenai uang dan uang adalah tanggung jawab laki-laki. Dampak buruk dari kondisi seperti ini, ketika berhadapan dengan uang saat dewasa, ia hanya mengerti tentang bagaimana menghabiskannya. Mungkin saja hidupnya 100 persen bergantung pada suami.

Pada prinsipnya, mengelola keuangan pribadi membutuhkan kedewasaan. Seorang yang dewasa harus mampu menahan keinginan saat ini untuk sesuatu yang lebih besar di masa depan. Memang sangat manusiawi jika kita menginginkan sesuatu saat ini juga. Tapi, ini ciri orang yang tidak dewasa.  Hidup hanya untuk hari ini dengan mengabaikan masa depan.

Bahaya dari perilaku seperti itu, ketika tidak mampu memenuhi hasrat tersebut, berutang jadi pilihan. Dari sinilah awal jeratan masalah keuangan membelenggu kehidupan kita. Ditambah dengan tidak adanya pengetahuan memadai tentang instrumen utang seperti kartu kredit atau sistem bunga, makin lengkaplah ancaman penderitaan.

Karena itulah, kesadaran tentang uang begitu penting dalam kehidupan kita. Salah memandang atau berperilaku terhadap uang, masalah siap menjerat.

Setelah tuntas membahas tentang cara pandang dan perilaku dasar soal keuangan ini, juga sudah diulas pada artikel-artikel sebelumnya, kita akan menuju langkah selanjutnya lewat artikel mendatang. Semuanya bermuara pada harapan agar uang sekadar menjadi media yang mendatangkan ketenangan, bukan sebaliknya.

To serenity,




Dwita Ariani, MM, RFA, RIFA

Financial educator dari Zelts Consulting


sumber: http://id.berita.yahoo.com/meluruskan-cara-pandang-tentang-uang-093950370.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When You Get Fired or Fail Big, This is How You Bounce Forward

Suatu Saat Kita Akan Meninggalkan Mereka, Jangan Mainkan Semua Peran